Ada Petisi Baru Buat "Stellar Blade: Blood Rain", Tapi Kok yang Protes Malah Larpers Anti-Cewek Cantik?


Halo Sobat Lorenime!

Baru-baru ini, jagat gaming kembali dihebohkan oleh pengumuman sekuel yang paling dinanti, Stellar Blade: Blood Rain. Tapi seperti biasa, di mana ada cewek cantik bin estetik di video game, di situ pasti ada barisan "aktivis online" yang mendadak kena mental. Muncul sebuah petisi baru yang menuntut developer Shift Up untuk mengubah desain karakter utama baru mereka, Evie, serta menghapus kostum-kostum seksi yang menjadi ciri khas seri game ini.

Mari kita bahas ini secara jujur, blak-blakan, dan tanpa perlu basa-basi political correctness (PC) yang melelahkan itu.

Lu Siapa, Kok Ngatur-Ngatur?

Mari kita sepakati satu hal dulu: mereka yang bikin dan menandatangani petisi ini bukan fans asli. Mereka ini tipe penonton dari luar alias "turis" budaya yang kerjanya cuma nyari-nyari masalah di media sosial. Mengapa? Karena sejak awal mula proyek Stellar Blade pertama digarap, game ini sudah dengan bangga mengibarkan benderanya sendiri: ini adalah game yang dirancang khusus untuk memenuhi male gaze (pandangan pria), menghargai keindahan estetika tubuh wanita, dan memberikan aksi yang bombastis.

CEO Shift Up, Kim Hyung-tae, tidak pernah malu mengakui hal itu. Fans asli membeli dan mencintai game pertamanya justru karena mereka menyukai perpaduan gameplay solid dengan karakter utama (Eve) yang luar biasa cantik nan memanjakan mata. Jadi, kalau sekarang ada kelompok yang kepanasan saat sekuelnya menampilkan karakter Evie dengan mekanik outfit yang sama, pertanyaannya simpel: kamu kemarin ke mana aja? Oh, lupa, kalian kan memang tidak main gamenya, cuma hobi protes doang!

Alergi Cewek Cantik dan Sindrom "Kudu Jelek" ala Barat

Kalau kita bedah tuntutan mereka, pola pikirnya sebenarnya sangat kebaca. Kelompok ini seolah-olah punya fobia akut atau anti terhadap kecantikan wanita yang ideal. Di kepala mereka, karakter wanita di video game modern itu wajib hukumnya dibuat ugly (jelek), kaku, dan minim pesona—mirip mayoritas game rilisan studio Barat (Western) zaman sekarang yang lebih fokus menceramahi (preachy) pemainnya ketimbang bikin game yang seru dan indah dilihat.

Mereka ingin memaksakan standar industri Barat yang sudah "terkontaminasi" agenda tertentu ke dalam industri game Korea Selatan yang justru sedang naik daun karena berani tampil beda. Maaf-maaf saja, ya, kewajiban moral untuk membuat karakter utama terlihat seperti orang yang belum mandi tiga hari itu cuma ada di kamus studio Barat, bukan di kamus Shift Up.

Jangan Sentuh Hiburan Kami!

Untungnya, sang kreator tampaknya tidak ambil pusing dengan drama ResetEra atau petisi-petisi kocak semacam ini. Lagipula, esensi dari sebuah game seperti Stellar Blade: Blood Rain adalah menjadi pelarian hiburan yang menyenangkan. Hiburan visual itu valid, dan tidak ada yang salah dengan karakter fiksi yang dirancang estetik nan memikat.

Jadi, untuk para pembuat petisi yang mendadak jadi polisi moral di industri game: daripada kalian sibuk mengurusi ukuran proporsi tubuh Evie atau ketebalan kain kostumnya, mending kalian balik kanan saja. Mainkan saja game-game Barat favorit kalian yang penuh khotbah itu, dan biarkan kami para fans asli menikmati Stellar Blade dengan tenang tanpa gangguan polusi visual yang dipaksakan.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu juga sudah bosan dengan tren karakter game yang sengaja dibuat jelek demi menyenangkan kelompok tertentu? Tulis pendapat kamu di kolom komentar, ya!

Lorenime

Seorang cowo biasa yang kebetulan suka main games khususnya Resident Evil

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama