Prince of Persia sempat jadi harapan besar buat banyak gamer lawas. Saat The Sands of Time Remake diumumin, rasanya kayak nostalgia masa kecil mau dihidupkan lagi. Tapi setelah bertahun-tahun nunggu tanpa kejelasan, akhirnya kabar pahit itu datang juga: game ini resmi dibatalkan dan tidak akan rilis. Dan ya, ini bukan sekadar rumor. Ubisoft sendiri yang mengonfirmasi.
Awalnya Digadang-gadang, Tapi Sejak Awal Juga Bermasalah
Sejak pertama kali diumumkan tahun 2020, remake Prince of Persia ini sebenarnya udah kelihatan goyah. Trailer perdananya langsung kena kritik habis-habisan. Visualnya dianggap ketinggalan zaman, animasi kaku, dan jauh dari ekspektasi remake game legendaris.
Bukannya makin membaik, pengembangannya malah makin kacau. Proyek ini sempat dipindahkan studio, dirombak ulang, lalu menghilang tanpa kabar jelas. Tahun demi tahun lewat, tapi progresnya seperti jalan di tempat. Buat kamu yang ngikutin beritanya dari awal, pasti kerasa banget kalau remake ini lebih sering “hidup segan mati tak mau”.
Kenapa Ubisoft Akhirnya Memutuskan Cancel?
Alasan utamanya simpel tapi menyakitkan: Ubisoft menilai proyek ini tidak bisa mencapai standar kualitas yang mereka inginkan tanpa mengorbankan terlalu banyak waktu dan biaya. Di saat yang sama, Ubisoft juga lagi melakukan restrukturisasi besar-besaran. Banyak proyek dihentikan, studio dipangkas, dan fokus dialihkan ke game yang dianggap lebih “aman secara bisnis”. Prince of Persia remake akhirnya jadi korban. Terlalu lama dikembangkan, terlalu banyak masalah, dan terlalu berisiko buat dilanjutkan.
Jadi, Prince of Persia Benar-benar Tamat?
Tenang, jawabannya belum tentu but i hope so. Ubisoft menegaskan kalau yang dibatalkan itu adalah The Sands of Time Remake, bukan keseluruhan franchise Prince of Persia. Artinya, seri ini belum dikubur sepenuhnya. Masih ada kemungkinan game baru, reboot, atau pendekatan lain di masa depan. Tapi ya… kalau melihat track record Ubisoft belakangan ini, wajar kalau fans jadi skeptis.
Ironi Remake di Industri Game Modern
Kasus Prince of Persia ini sebenernya cuma satu contoh dari masalah yang lebih besar. Banyak publisher sekarang terlalu mudah ngumumin remake atau reboot demi nostalgia, tapi eksekusinya setengah-setengah.Alih-alih bikin ulang dengan niat dan visi kuat, proyeknya malah dilempar ke studio kecil, budget ditekan, lalu berharap nama besar bisa jualan sendiri. Begitu gagal, tinggal di-cancel. Dan yang rugi? Jelas fans., paling g klo masih ada fans ubisoft wkwkwkwk
Penutup: Tinggal Kenangan, Lagi
Prince of Persia The Sands of Time akhirnya tetap jadi legenda… tanpa remake. Yang tersisa sekarang cuma versi klasiknya, plus rasa kecewa karena kesempatan emas ini disia-siakan. Kalau suatu hari Ubisoft benar-benar serius menghidupkan lagi Prince of Persia, satu hal yang pasti: fans cuma minta satu — kerjain dengan niat, bukan sekadar numpang nostalgia.
